D III FARMASI

Dalam mengembangkan Program Pendidikan Farmasi berangkat dari nilai-nilai dan keyakinan yang berlandaskan Pancasila dan manusia sebagai fokus utama dari upaya farmasi. Pelayanan Farmasi adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan yang merupakan pelayanan esensial dalam meningkatkan harkat hidup individu, keluarga dan masyarakat. Pendidikan tenaga Ahli Madya Farmasi harus menjamin pengembangan potensi dan kemampuan propesional peserta didik secara maksimal, dan dilaksankan secara terarah guna mempersiapkan diri peserta didik untuk berperan sebagai tanaga vokasional di bidang farmasi. Program pendidikan D III Farmasi sebagai pendidikan Profesional pemula, bertujuan mencetak tenaga farmasi yang mempunyai pengetahuan, keterampilam dan sikap

 

Visi program studi Farmasi

        Program studi DIII Farmasi Poltekes TNI AU Ciumbuleuit adalah sebagai tempat pendidikan untuk mencetak tenaga farmasi yang professional, tangguh dan terpercaya.

 

Misi Program studi Farmasi

  1. Menyebarluaskan Ilmu Farmasi khususnya Farmasi matra dirgantara.
  2. Mencetak lulusan yang mempunyai wawasan yang luas dalam bidang kefarmasian dan mampu mengabdiakan diri kepada masyarakat.
  3. Mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Membekali kompentensi profesi dan kemampuan bahasa asing.
  5. Mengadakan kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta dalam penyerapan lulusan.

Tujuan program studi

  1. Terwujudnya lulusan yang mempunyai wawasan yang luas dalam bidang kesehatan dan mampu mengabdikan diri kepada masyarakat.
  2. Tersebarluasnya ilmu kesehatan khususnya matra dirgantara di masyarakat luas.
  3. Berkembangnya kegiatan kemahasiswaan khususnya ekstrakurikuler.
  4. Terwujudnya mahasiswa dengan kompentensi profesi dan kemampuan bahasa asing.
  5. Terciptanya kerjasama dengan instansi baik dalam maupun luar negeri dalam penyerapan lulusan.

 

Sasaran dan strategi pencapaian

  1. Alumni Program Studi D III Farmasi Poltekes TNI AU Ciumbuleuit memiliki pengetahuan mengenai masalah farmasi saat ini dan yang akan datang.
  2. Ilmu farmasi khususnya matra dirgantara tersosialisasi di masyarakat luas.
  3. Kegiatan Ekstrakurikuler berkembang pesat.
  4. Mahasiswa memiliki kompetensi profesi dan kemampuan bahasa asing.
  5. Alumni terserap kerja baik di dalam maupun diluar negeri.